Majesty Group, melalui unit bisnis energinya TURBION, menyelenggarakan Exercise 2025, sebuah simulasi strategis berskala besar yang bertujuan menguji kesiapsiagaan terhadap potensi serangan siber dan drone di lingkungan operasional. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan keamanan sistem energi nasional di tengah meningkatnya risiko digital global.
Simulasi ini diselenggarakan sebagai bagian dari penerapan protokol keamanan International Ship and Port Facility Security (ISPS Code), yang mewajibkan semua pihak terlibat dalam pelayaran dan pelabuhan untuk memiliki sistem pertahanan terpadu terhadap ancaman non-konvensional, termasuk teknologi tanpa awak dan kejahatan siber. Dalam hal ini, TURBION tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga pionir di industri energi maritim yang mengambil peran aktif dalam keamanan siber operasional.
Pelaksanaan Exercise 2025 melibatkan beragam unsur internal dan eksternal mulai dari tim keamanan siber, operator lapangan, regu tanggap darurat, hingga manajemen krisis. Skenario yang diangkat mencerminkan situasi yang sangat mungkin terjadi di lapangan, seperti gangguan sistem monitoring BBM, manipulasi data sensor, hingga sabotase visual oleh drone tanpa izin yang mengintai instalasi tangki bahan bakar.
Sebagai bentuk kolaborasi dengan pihak otoritas, kegiatan ini menghadirkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam sebagai pemateri utama. Kehadiran Dishub memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai regulasi pelabuhan, keamanan transportasi laut, serta tata kelola pelaksanaan ISPS Code. Materi yang dibawakan mencakup aspek kebijakan, teknis operasional, hingga simulasi protokol respon cepat terhadap gangguan keamanan digital dan udara.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji sistem pertahanan digital yang ada, tetapi juga mendorong pembelajaran lintas departemen serta peningkatan keterampilan personel di lapangan. Dalam sesi evaluasi pasca-simulasi, seluruh peserta diberikan feedback dan analisis data secara real-time untuk mengidentifikasi celah keamanan dan potensi perbaikan dalam SOP (Standard Operating Procedure) saat krisis terjadi.

Majesty Group meyakini bahwa mitigasi risiko harus mencakup kesiapan teknologi dan SDM secara berimbang. Karena itu, pelatihan ini juga menjadi sarana bagi karyawan untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keamanan data, protokol akses terbatas, serta penggunaan teknologi drone dan AI yang etis dan sesuai regulasi.
Dukungan penuh terhadap pelaksanaan Exercise 2025 mencerminkan upaya Majesty Group dalam menanamkan budaya tangguh dan adaptif di seluruh unit bisnisnya. Di tengah era digitalisasi industri dan pesatnya kemajuan teknologi otonom, kesiapan menghadapi skenario terburuk menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan mitra, konsumen, dan negara.
Dengan adanya kegiatan ini, Majesty Group dan TURBION berharap dapat menjadi benchmark bagi pelaku industri energi dan pelayaran lain dalam mengintegrasikan sistem keamanan digital sebagai bagian dari transformasi operasional.



